Tata Kelola Perusahaan

HIT International menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) melalui inovasi berkelanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi. Kami mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan memperoleh kepercayaan pelanggan, regulator, dan masyarakat.

Perseroan melakukan manajemen risiko antara lain:

  1. Mitigasi Risiko Perubahan Teknologi yang cepat.

    Perseroan menerapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak risiko kegiatan usaha, yakni dengan terus melakukan inovasi teknologi dengan membuat tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pelatihan dan pengembangan platform dengan terus mengikuti perkembangan teknologi terkini sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Melalui inovasi tersebut Perseroan terus berupaya menyediakan pelayanan yang terbaik dengan teknologi terkini sehingga diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi.

  2. Mitigasi Risiko Ketergantungan pada Pemasok Luar Negri.

    Perseroan melakukan diversifikasi pemasok dari beberapa vendor dan juga sourcing dari beberapa mitra negara pilihan untuk menanggulangi ketergantungan pada satu sumber tertentu, dan juga menjalankan kontrak jangka menengah-panjang dengan para pemasok utama dalam rangka menjamin kesinambungan lini suplai. Selain itu, Perseroan memangunkan kemampuan perakitan dan produksi lokal untuk meningkatkan kadar TKDN selagi mengurangi pemaparan terhadap komponen impor tertentu. Perseroan juga akan menjaga stok buffer komponen kritikal sesuai proyeksi permintaan proyek.

  3. Risiko Gangguan Teknologi & Keamanan Informasi

    Perseroan menerapkan standar keamanan berlapis dan melakukan pemantauan secara rutin terhadap seluruh sistem. Audit keamanan, enkripsi data, serta backup berkala diterapkan untuk menjaga integritas data. Perseroan juga bekerja sama dengan penyedia cloud bersertifikasi dan memiliki tim internal yang bertugas menangani insiden keamanan.

  4. Mitigasi Risiko Ketergantungan pada klien utama/besar atau proyek besar

    Perseroan berupaya memperluas basis pelanggan, termasuk sekolah swasta, institusi non-pendidikan, dan korporasi. Pengembangan model bisnis berbasis langganan (recurring revenue) melalui produk SaaS juga dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada proyek besar. Layanan purna jual dan kontrak multi-tahun dijaga untuk mempertahankan klien utama.

  5. Mitigasi Risiko Kegagalan Integrasi Sistem (Operational Risk)

    Perseroan secara aktif memantau dan melakukan pengujian sebelum proyek berjalan, proses pengujian dilakukan secara sistematis dan bertahap serta menyediakan pedoman implementasi yang jelas. Tim teknis dan mitra implementasi juga diberikan pelatihan rutin untuk menjaga standar kualitas.

  6. Mitigasi Risiko Perubahan Regulasi pada Industri

    Perseroan aktif mengikuti perkembangan regulasi melalui asosiasi industri dan lembaga regulator. Porsi komponen lokal terus ditingkatkan untuk memenuhi TKDN, dan dokumentasi sistem keamanan data diperbarui sesuai ketentuan terbaru.

  7. Mitigasi Risiko Ketergantungan pada Tenaga Ahli dalam Pengembangan Produk dan Layanan

    Perseroan menyediakan program pelatihan internal, jalur pengembangan karier, serta paket kompensasi yang kompetitif. Selain itu, kemitraan dengan universitas digunakan untuk membentuk pipeline talenta jangka panjang.

  8. Mitigasi Risiko Persaingan Tinggi pada industry

    Perseroan mengatasi persaingan dengan terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk, memanfaatkan keunggulan solusi terintegrasi yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia, serta menjaga kepatuhan terhadap TKDN untuk memperkuat posisi di sektor pendidikan. Perseroan juga membangun hubungan jangka panjang melalui layanan purna jual yang baik, dukungan teknis yang cepat, dan penawaran solusi yang fleksibel agar tetap kompetitif di tengah tekanan harga dan keberadaan pemain global.

  9. Mitigasi Risiko Gangguan Jaringan atau Infrastruktur di lokasi Klien

    Produk dibuat dengan fitur yang mampu berjalan secara lokal (offline) untuk mengurangi ketergantungan pada internet. Perseroan juga membantu memberikan rekomendasi peningkatan infrastruktur kepada pihak sekolah.

  10. Mitigasi Risiko Kondisi Perekonomian Makro atau Global

    Untuk mengurangi risiko ketergantungan pada importir perangkat, fluktuasi makro ekonomi, dan juga potensi menurunnya permintaan, Perseroan dapat menegosiasikan harga jangka panjang bersama principal luar negri, selagi memperluas sumber pemasok alternatif dari beberapa negara untuk menurunkan konsentrasi risiko rantai pemasok. Perseroan juga dapat meningkatkan stok pengaman (buffer stock) untuk komponen dengan lead time kritis, mengoptimalkan sistem perencanaan permintaan atas basis data, dan juga menjalani perjanjian suplai strategis untuk mengantisipasi keterlambatan global. Dari sisi pasar, Perseroan juga dapat memberi perhatian khusus protfolio pada solusi bernilai tinggi-serupa pelayanan perangkat lunak, layanan purna jual beli, dan integrasi sistem yang tidak terlalu dipengaruhi gejolak harga perangkat keras, serta memperluas segmen yang ditargeti menjadi lebih tetap resilien pada masa adanya perlambatan ekonomi.

  11. Mitigasi Risiko Gugatan Hukum bagi Perseroan

    Perseroan selalu melakukan diskusi intensi dengan pihak-pihak yang akan bekerja sama dengan Perseroan dan melibatkan bagian Legal Perseroan dalam proses drafting kontrak atau perjanjian kerjasama, serta melakukan konsultasi dengan konsultan hukum eksternal apabila diperlukan.

  12. Mitigasi Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah bagi Perseroan

    Risiko perubahan kebijakan pemerintah juga merupakan salah satu risiko yang dikategorikan force majeure atau di luar kendali Perseroan. Namun apabila terjadi perubahan kebijakan atau peraturan pemerintah yang diperkriakan akan berdampak pada operasional Perseroan, manajemen Perseroan akan mengantisipasi dan meminimalisir risiko tersebut dengan strategi-strategi usaha yang fleksibel.

  13. Mitigasi Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional

    Dalam upaya memitigasi dampak perubahan ketentuan ekspor asal negara maupun regulasi internasional, Perseroan bisa membangun jaringan pemasok yang lebih beragam termasuk sumber dari negara yang memiliki stabilitas regulasi lebih tinggi, dan juga menjalani kontrak pasokan jangka panjang dengan mencakupi klausul fleksibilitas yang dikarenakan perubahan peraturan. Perseroan dapat juga memperkuat fungsi kepatuhan (compliance) melalui pemantauan regulasi lintas negara secara berkala, ber mitra dengan pihak bea cukai dan logistik agar dapat memastikan proses dokumentasi dan sertifikasi konsisten mutakhir, dan juga menyiapkan anggaran kepatuhan yang memungkinkan penerbitan sertifikasi maupun penyesuaian teknis dapat dipercepat jika di butuhkan. Dan bagi produk yang rentan terhadap peraturan keamanan data maupun standar global, Perseroan dapat mengaplikasikan arsitektur perangkat dan perangkat lunak yang bersifat modular agar penyesuaian standar, penggantian komponen, ataupun patching keamanan dapat dilakukan secara cepat tanpa menghambat keseluruhan solusi. Lain dari itu, Perseroan dapat memperkuat keamanan siber dan pelayanan cloud dengan cara audit berkala, serta membangun kapabilitas internal dalam upaya memastikan perubahan regulasi global dapat di tanggulangi secara proaktif dan tidak menghambati implementasi proyek maupun operasional jangka panjang.

  14. Mitigasi Risiko Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah

    Memaksimalkan pemasok dalam negeri sehingga transaksi menggunakan Rupiah. Selanjutnya untuk material yang memang harus impor, Perseroan melakukan pembelian stok untuk jangka waktu tertentu untuk mengurangi resiko fluktuasi mata uang asing.

  15. Mitigasi Risiko Tidak Likuidnya Saham Yang Ditawarkan Pada Penawaran Umum Perdana Saham

    Perseroan berkomitmen untuk melakukan monitoring dan review berkala terhadap situasi pasar modal dan implikasinya bagi pergerakan serta likuiditas saham Perseroan sebagai dasar pengambilan langkah mitigasi yang tepat.

  16. Mitigasi Risiko Fluktuasi Harga Saham Perseroan

    Perseroan berkomitmen untuk meninjau secara berkala kondisi fundamental bisnis, kualitas publikasi informasi, dan setiap aksi korporasi beserta implikasinya terhadap dinamika harga saham, guna membantu mengurangi risiko terjadinya fluktuasi harga saham.

  17. Mitigasi Risiko Terkait Kebijakan Dividen

    Perseroan akan terus melakukan monitoring dan peninjauan atas kinerja fundamental bisnis dan dampaknya terhadap laba bersih maupun arus kas bersih sebagai acuan pembagian dividen, guna mengurangi potensi risiko ini.